World Water Forum 2024 di Bali, Fadli Zon: Kearifan Lokal Jaga Air Tetap Lestari

Uncategorized11 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menyampaikan ada lebih dari 50 parlemen dari berbagai negara yang terkonfirmasi akan hadir dalam ‘Parlementary Meeting On The Occasion Of 10th World Water Forum’ (WWF). Rencananya, forum ini akan digelar sepanjang 18-25 Mei 2024 di Nusa Dua, Bali.

Mengangkat tema ‘Memobilisasi Aksi Parlemen Mengenai Air untuk Kesejahteraan Bersama’, dirinya menjelaskan bahwa pembahasan di dalam forum tersebut tidak hanya persoalan isu air saja, akan tetapi juga yang terkait dengan air, seperti emisi gas, perubahan iklim dan pemanasan global. Sebab itu, ia menilai masyarakat sipil harus turut dilibatkan guna melahirkan resolusi mangkus dan sangkil.

“Sebenarnya, kalau dari sisi forum, itu cukup banyak parallel session. Jadi akan ada yang kelompok pemerintah, ada yang kelompok parlemen, ada yang kelompok civil society. Pendekatannya nanti multistakeholder. Tentu, partisipasi (masyarakat sipil) itu sudah pasti, justru core-nya ada di civil society ya,” jelas Fadli Zon dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari laman DPR RI,, Senayan, Jakarta, Selasa (18/5/2204).

Selain itu, dirinya memaparkan ada 2 (dua) pleno yang akan digelar, di antaranya pleno pertama dengan tema ‘Akses Terhadap Sanitasi dan Air’ dan pleno kedua dengan tema ‘Praktik Inovatif untuk Akses Air yang Inklusif dan Setara’. Sebagai bagian dari aksi, forum ini akan mengadakan beberapa kegiatan yang merepresentasikan kesetaraan akses air bersih yang memiliki tema ‘Air Bagian dari Inti Aksi Perubahan Iklim’.

“Pada intinya, ada yang dari eksekutif, ada yang dari civil society. Tapi ya, ini memang harus ada saling keterkaitan, ada irisan. Tidak bisa sendiri-sendiri. Ini bukan persoalan hanya satu pihak saja,” tandasnya.

Baca Juga  BPN Kota Depok Bahas Progres PTSL 2024, Indra Gunawan: Edukasi Warga, Benamkan Pungli

Politisi Partai Gerindra ini pun mengungkapkan bahwa seluruh dunia sepakat bahwa air adalah sumber vital dari roda kehidupan masyarakat. Akan tetapi, tidak semua masyarakat di sejumlah negara mampu memperoleh akses terhadap air bersih. Sebab itu, Indonesia selalu tuan rumah dari acara WEF 2024 ini akan turut mengedepankan kearifan lokal untuk menyelesaikan isu tersebut secara aktif supaya air menjadi elemen yang menciptakan kesejahteraan bersama dan proaktif demi melahirkan resolusi bersama yang mangkus dan sangkil untuk diterapkan.

“Indonesia jangan jadi follower saja tapi juga jadi leader terutama isu seperti air. Isu air ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita. Jadi di event ini memang kita akan saling share value yang kita miliki lewat kearifan lokal. Kita melakukan pengamanan terhadap air sehingga bisa sustainable, bisa berkelanjutan,” tutur Fadli Zon.

Perlu diketahui, kata Fadli Zon, salah satu tujuan dari pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang disepakati oleh seluruh anggota PBB adalah menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi layak yang berkelanjutan. Berangkat dari tujuan ini, Water World Forum digelar secara berkala.

Kearifan lokal, lanjutnya, perlu dipertimbangkan dalam pembahasan resolusi lantaran geografi di setiap negara berbeda, tentu sosial dan budaya yang melekat pada masyarakat. Maka dari itu, ia berharap adanya aspek ini membuat resolusi yang nantinya dilahirkan bisa lebih mudah dan cepat diimplementasikan secara nyata.

Sebagai contoh, kearifan lokal di sejumlah daerah di Indonesia yang berupaya keras melestarikan air. “Bali memiliki sistem perairan subak, yang saya kira itu kan sangat kental dengan kearifan lokal. Masyarakat Jawa Barat dan di wilayah-wilayah lain sangat mempercayai dan mempraktekkan untuk menjaga air itu dengan banyak menanam pohon bambu karena menyerap dan bisa menciptakan mata air,” jelasnya.

Baca Juga  Usung Konsep Fairness, Prudential Indonesia Luncurkan PRUWell Medical dan PRUWell Medical Syariah

“Kearifan-kearifan lokal yang kita punya itu justru bisa menjadi pelajaran, bisa menjadi inspirasi juga bagi dunia. Setiap negara juga memiliki kearifan lokalnya juga. Ini juga bagian dari diplomasi kita, bagian dari kontribusi kita,” pungkasnya menambahkan. (dil)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *