Wamenag: Pemilu Jangan Membuat Masyarakat Tercerai Berai

Uncategorized158 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Wakil Menteri Agama (Wameng) Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, pemuda Buddhis memiliki tanggung jawab yang besar untuk ikut menyukseskan Pemilu. Agar terlaksana dengan aman jujur dan adil.

“Pemuda harus memiliki kesadaran tinggi, bahwa Pemilu bukanlah agenda bangsa yang membahayakan. Sehingga bisa merenggangkan atau memisahkan ikatan persatuan,” ujar Saiful Rahmat Dasuki dalam keterangan, Minggu (29/10/2023).

Untuk itu, Wamenag mengajak pemuda Buddhis menyukseskan pelaksanaan pemilihan umum pada Februari 2024 nanti. Sebab, pemilu adalah pesta dan proses demokrasi yang berulang.

Untuk itu, ia mengingatkan agar pemilu tidak menjadikan masyarakat tercerai-berai dan terbelah. “Cukup berbeda pada pilihan kita saja. Setelah terbentuk pemerintah yang baru, kita bisa menyatu,” ungkapnya.

“Karena itulah perlu komitmen bersama seluruh komponen anak bangsa terutama para pemuda untuk mewujudkannya,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengaku optimistis Indonesia emas bisa terwujud, karena dalam sejarahnya para pemuda terbukti aktif dalam kontribusinya terhadap kemajuan bangsa.

“FGD Moderasi Beragama dan Talk show “Muda Berkarya Pemuda Buddhis Indonesia” ini memberikan ruang dan semangat baru bagi pemuda dalam menghadapi Indonesia Emas,” katanya.

Ia menyebut, ada ratusan pemuda dari berbagai unsur organisasi pemuda dan beragam aliran hadir pada kegiatan ini. Semangat ini menunjukkan kekuatan besar dari pemuda Buddhis untuk memajukan Indonesia lewat momentum peringatan Sumpah Pemuda.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Theravada Indonesia Michael Kirana mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk meneguhkan kembali para generasi muda akan pentingnya makna persatuan bangsa. Apalagi saat ini Indonesia tengah bersiap menghadapi Pemilu pada 2024.

“Kami kembali diingatkan untuk semakin mencintai Tanah Air. Pemuda juga memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan, ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujarnya .

Baca Juga  Rumah Wartawan di Pamulang Kemalingan, Laptop dan Cincin Kawin Raib

Hal yang sama diungkapkan Ketua OKK Gemabudhi Anes Dwi Prasetya. Ia mengatakan, kegiatan ini sangatlah positif karena mampu menyatukan para pemuda Buddhis. Dia mengakui, banyaknya aliran selama ini juga berpotensi memicu gesekan yang sangat merugikan bagi kerukunan beragama.

“Momentum ini sangat tepat untuk menyatukan pemuda agar memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya menggapai tujuan yang lebih luas yakni persatuan dan kedamaian,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktorat Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha menggelar Focus Group Discussion (FGD) Moderasi Beragama dan Talk Show “Muda Berkarya Pemuda Buddhis Indonesia” di Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (28/10/2023). Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 pemuda dari unsur organisasi pemuda dan beragam aliran. (nas)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *