Pengamat: Tidak Cukup Berpidato, Jokowi Harus Mencontohkan soal Netralitas

Uncategorized137 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Diplomasi meja makan. Itulah yang tersaji menuju perhelatan pilpres 2024. Sebagian pihak mempertanyakan pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tiga bakal calon presiden (bacapres) di Istana Negara, Jakarta seperti tiba-tiba dilakukan.

Menurut pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, kemungkinan presiden telah mendengar makin naiknya rasa ketidakpercayaan masyarakat akan jujur dan adil pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Salah satu sebabnya terlihat dari pertanyaan apakah presiden bisa netral atau tidak.

“Tentu saja, ketidakepercayaan akan netralitas presiden akan berdampak langsung pada sikap penerimaan masyarakat atas hasil pemilu,” kata Ray melalui gawai, Jakarta, Selasa (31/10/2023).

Meski pelaksanaan pemilu telah dilakukan dengan cara yang sesuai atauran, tapi tanpa rasa percaya masyarakat atas suasananya, akan dapat berakibat pada sikap negatif masyarakat atas hasil pilpres.

“Masalahnya bukan lagi sekedar mempertanyakan netralitas presiden, tapi bisa meningkat ke soal tata kelola pemerintahan,” tuturnya.

Maka penting untuk membangun kerangka sistem memastikan netralitas ini, baik bagi presiden maupun bagi aparat negara yang berada di bawah komandonya.

“Tidak cukup hanya sekedar mengumpulkan mereka di satu ruangan, lalu presiden berpidato soal netralitas,” sindirnya.

“Presiden harus mencontohkan, bahwa seluruh kekuasaan yang berada di dalam genggamannya tidak akan dipergunakan untuk mengutamakan dan membantu capres tertentu,” ujar Ray.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang tiga bakal calon presiden (bacapres) yang maju pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/10/2023). Agendanya bakal menggelar jamuan makan siang. Mereka adalah bacapres Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. (dan)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Sanksi Peringatan Keras DKPP ke Ketua KPU, Ini Kata Bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *