Barang Milik PMI Masih Tertahan di Pelabuhan, BP2MI Rekomendasikan Hal Ini

Uncategorized1 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengeluhkan, masih banyak barang milik Pekerja Migran Indonesia (PMI) tertahan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan Tanjung Perak Surabaya. Karenanya Bea Cukai diminta segera mengeluarkan barang tersebut.

Proses pengeluaran barang milik PMI tersebut, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Permendag 36 Tahun 2023 tentang Pengaturan Impor.

Ia sempat mengecek barang milik PMI di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan Tanjung Perak Surabaya pada 4-5 April 2024. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan menggelar dua kali rapat eselon 1 kementerian dan lembaga.

“Kami layangkan (surat) ya kepada Bea Cukai. Di mana dalam surat tersebut kami sampaikan perihal yaitu, permohonan diskresi pengeluaran barang milik pekerja migran Indonesia,” kata Benny di Jakarta, Rabu (15/5/2024).

BP2MI telah menerima surat balasan dari Ditjen Bea dan Cukai nomor S-139/BC/2024 tanggal 8 Mei 2024, tentang Penyelesaian Barang Kiriman PMI dengan lampiran berupa 47.503 baris data nomor CN dari Dirjen Bea dan Cukai, kepada BP2MI.

“Pada 14 Mei 2024 BP2MI melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Utama telah mengirimkan dua surat,” ucap Benny.

Pertama, surat kepada Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan RI nomor B.1447/SS.01/V/2024 dan surat kepada Dirjen Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri nomor B.1448/SS.01/V/2024 perihal tindak lanjut penyelesaian barang kiriman PMI.

Barang yang tertahan di beberapa Pelabuhan itu ternyata bukan cuma milik PMI prosedural. Melainkan, milik PMI unprosedural. Namun, ditekankan pemerintah memberlakukan tindakan yang sama.

“Ditemukan sebanyak 13.717 baris data merupakan Pekerja Migran Indonesia (28.88 persen) dan sebanyak 33.786 baris data (71.12 persen) tidak berhasil ditemukan di database Sistem Komputerisasi (Sisko) P2MI,” terang Benny.

Baca Juga  Senam Bersama Kowarteg Ganjar Jadi Anjangsana Ratusan Warga di Lamongan

Para pekerja migran tersebut berhak mendapatkan relaksasi pajak impor sebesar $1.500 USD. “Sehingga sehubungan dengan itu, BP2MI merekomendasikan agar pihak Bea Cukai dapat melakukan proses, segera mengeluarkan barang-barang kiriman milik pekerja migran Indonesia,” imbuhnya. (dan)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *