Angka Digital – www.indopos.co.id

Uncategorized58 Dilihat

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOS.CO.ID – LIHATLAH dua angka itu: mana yang angka delapan.

“Yang kiri,” kata saya.

“Yang kanan,” kata OCR-nya KPU.

Cara menulis angka itulah yang jadi persoalan di Pemilu 2024.

Salah satu dari tujuh anggota KPPS yang ada di TPS harus bisa menulis angka delapan model kanan.

Angka delapan tidak boleh ditulis seperti yang di kiri. Itu tidak dikenal oleh alat baca digital.

Masih ada empat  angka lagi yang membuat OCR suka geleng-geleng kepala –kalau ia punya kepala. Yakni angka satu vs tujuh dan angka dua vs lima.

“Kami sudah dilatih. Ikut training. Tiga kali. Juga sudah latihan sendiri,” ujar Harun Akbar, seorang petugas KPPS. “Tapi tetap tidak bisa menulis angka delapan seperti yang dikehendaki sirekap,” ujar Harun yang di Pemilu lalu dapat tugas sebagai rekaper.

“Setiap ketemu angka delapan saya panggil teman KPPS yang ada di TPS. Saya minta ia yang menuliskannya,” tambah Harun.

Harun orang Serang, Banten. Ia lulusan pondok modern Gontor, Ponorogo. Gelar sarjananya pun dari Gontor.

TPS tempat Harun bertugas agak jauh dari rumah Anda: di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Harunlah yang selama dua hari menemani saya di Riyadh: Senin-Selasa lalu.

Kesulitan menuliskan angka itu juga diakui Dhina Khairianniyah di Mojokerto. Dari Riyadh saya banyak bertanya ke Dhina: pakai WA.

“Kalau nulis angkanya tidak sesuai dengan bentuk yang diinginkan OCR tidak bisa difoto,” ujar Dhina.

Anda sudah tahu, OCR adalah optical character recognition, alat optik pengenal  huruf.

Di TPS Mojokerto  Dhina mendapat tugas sebagai juru foto hasil rekap Pemilu. Dia seorang bidan. Alumni Stikes PPNI Mojokerto. Dhina juga ikut pelatihan cara memotret hasil rekap suara di TPS.

Seperti wanita pada umumnya Dhina memiliki HP merek Samsung. Dia memotret rekap dengan HP itu. HP Dhina sebelumnya pun juga Samsung.

Dhina dapat tambahan honor Rp 100.000 –biaya pengganti pulsa untuk unggah hasil pemotretannyi ke server KPU.

Memang baru di Pemilu 2024 KPU pakai sistem sirekap. Agar penghitungan suara bisa berlangsung cepat. Meski begitu penghitungan manual tetap dilakukan. Sebagai dokumen hukum hasil Pemilu.

Dari foto yang diunggah orang seperti Harun dan Dhina itulah pergerakan suara di real count KPU bersumber. Anda sudah tahu: angkanya loncat-loncat. Menurut Harun  banyak kasus angka delapan itu terbaca nol. Ini harus dievaluasi untuk penyempurnaan ke depan.

Sebenarnya sudah ada pola yang disediakan sirekap di kertas rekap angka. Ada kotak-kotak untuk angka. Di dalam kotak  itu ada titik titik kecil. Saat petugas menuliskan angka tinggal menghubungkan titik titik itu menjadi bentuk sebuah angka. Jadilah angka gaya digital.

“Kan kotak angkanya kecil, saya mengalami kesulitan menghubungkan titik titik itu,” ujar Harun.

Kenapa bertugas di bagian rekap?

Pembagian tugas di KPPS luar negeri rupanya beda. Di Mojokerto dasarnya musyawarah. Di antara tujuh anggota KPPS itu sendiri yang bermusyawarah: siapa juru fotonya, penulis angkanya, penunggu kotak suara, dan yang di bagian pendaftaran pemilih. Di Riyadh, ketika SK KPPS diterima sudah berikut ”siapa bertugas jadi apa”.

Dhina bertugas sebagai juru foto dan unggah foto. Untuk penulis angkanya  disepakati: Bu Ummah. Dia seorang guru. Tulisannya rapi dan baik.

Bagaimana kalau menuliskannya salah? Bisa di tipe-ex. Lalu diulangi. Yang seperti itu sering terjadi. Baik karena salah angka maupun salah bentuk. Semua disaksikan oleh anggota KPPS maupun saksi-saksi dari partai dan pengawas Pemilu.

Setelah pengisian lembaran rekap itu selesai para saksi memeriksa. Dicocokkan dengan hasil penghitungan suara. Kalau ada kesalahan diubah. Kalau sudah pas semua membubuhkan tanda tangan.

Begitu semua saksi tanda tangan, itulah momentum yang paling membahagiakan anggota KPPS. Ada yang tepuk tangan. Satu tahap penghitungan selesai. Tinggal juru foto sekaligus upload yang belum selesai bertugas.

Di dalam negeri, itu baru kebahagiaan tahap satu. Masih ada proses penghitungan suara kotak satunya lagi. Di luar negeri hanya ada satu kotak suara: untuk Pilpres. Di dalam negeri masih ada tiga kotak lagi. Tiga? Empat! Masih ada empat kotak lagi: DPRD kab/kota, DPRD provinsi, DPR, dan DPD.

Masuk perekapan kotak kedua hari sudah senja. Sudah mulai gelap. Apalagi kotak ketiga dan keempat.

Itu tantangan tersendiri bagi petugas foto seperti Dhina: pencahayaan.

Dhina tidak menemukan kesulitan. TPS-nyi di sebuah gedung yang penerangannya cukup.

Di Riyadh TPS-nya di luar gedung. Sampai perlu bantuan lampu sorot dari kedutaan.

Cara motretnya yang beda-beda. Ada yang lembaran rekap itu ditempel didinding: lalu difoto. Itu dilakukan di Riyadh.

Ada juga yang memilih kertas lembaran itu dihampar di lantai. Lalu difoto dari atas. Itulah yang dilakukan Dhina di Mojokerto.

Pemotretan itu perlu latihan karena bukan potret biasa. Foto itu akan diunggah ke sirekap.

Dhina harus membuka dulu aplikasi sirekap dari KPU. Ada barcode-nya. Ada pilihan di situ: unggah foto.

Muncullah di layar HP: objek yang akan difoto. Objek itu harus masuk sempurna ke dalam kotak yang disediakan.

Kalau objek belum dalam posisi yang tepat belum bisa diunggah. Kalau objek sudah pas, akan ada tanda hijau di sekitar objek. Itulah saatnya Dhina mengunggah ke server KPU. Lalu ada penanda apakah foto sudah terbaca atau belum. Juga apakah perlu ada pengulangan.

Upload-nya itu yang kadang lama. Penanda di layar HP muter-muter lama. Seperti servernya penuh atau antre. Sampai tiga atau lima menit.

Apakah sistem sirekap perlu dilanjutkan di Pemilu depan?

Menurut Dhina perlu. Tinggal menyempurnakan. Inilah cara tercepat untuk jumlah TPS yang begitu banyak dan menyebar di wilayah yang begitu luas.

Keunggulannya: angka-angka di foto tidak bisa diedit oleh yang mau curang.

Saya tidak tahu: mengapa bukan pakai scan. Setahu saya scan lebih sempurna dari foto. Bukankah di semua HP juga ada fasilitas scan? Apakah hasil scan bisa diedit? Saya awam soal ini. Mungkin perusuh seperti Sabarikhlas yang tahu.

Angka 8 adalah angka mimpi saya. Mimpi yang sulit terwujud.  Teman sekelas saya sering dapat angka 8 di ulangan. Dipamer-pamerkan. Ditempelkan di pipinya. Saya hanya bisa iri.

Angka delapan ternyata banyak persoalan. Di mata OCR: nilainya bisa hanya nol. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan

Edisi 7 Maret 2024: Tirai Keluarga

Jo Neca

Siapa yang suruh Pak Dahlan kasi tulis itu si cadar hitam.

Lagarenze 1301

“Naik bus yang bisa lima jam: hanya boleh lari 80-100 km/jam.” Kata “lari” tak hanya digunakan untuk pengertian kecepatan. Suatu hari, Jusuf Kalla yang saat itu masih menjabat Wakil Presiden RI, bertanya ke Paspampres. “Siapa yang kasi’ lari itu mobil?” Paspampres kebingungan. Sebab, mobil yang dimaksud aman-aman saja, tidak ada yang melarikannya. Ternyata, yang dimaksud JK dengan “kasi’ lari” adalah siapa yang nyopirin itu mobil. Istilah itu lazim digunakan di Sulawesi Selatan. Kasi’ bermakna melakukan sesuatu; membuat.

Fiona Handoko

selamat pagi bpk thamrin. sehat selalu. abah pun pernah menuliskan tim sepak bola anak2 thailand yg terjebak di dalam gua. kejadian di th 2018. tulisan yg berseri seri. sampai ke penyelamatannya. dimana setelah terkurung 17 hari di dalam gua. mereka semua, 12 anak dan seorang pelatih. berhasil keluar. dom, kapten dari tim sepakbola anak2 tsb. mendapatkan beasiswa ke akademi sepak bola brooke house college di inggris. namun dom tidak pernah menyelesaikan pendidikannya di akademi tsb. karena dom ditemukan tidak sadarkan diri di asramanya. di bawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal pada 14 feb 2023. andai bung mirza masih membaca chdi. tentu beliau bisa menjelaskan lebih hidup dan lebih detail.

Rizal Falih

Senamnya aja dibagian depan kamar, mungkin maksudnya supaya tetangga kamar bisa melihat ada bintang film India yang sedang menari diiringi lagu-lagu Bollywood. Eh yang datang malah satpam. Apes. Hahahaha

MULIYANTO KRISTA

Hpnya Abah model jadul pak Djoko. Gak ada fasilitas bluetooth-nya.

djokoLodang

–o– … Ganti saya yang garuk kepala. Mau meraba jenggot tidak punya bulu di janggut. … Waktu saya masih kecil dulu, pernah dengar ungkapan orang jawa: Laki-laki yang berkumis tanpa jenggot, … mirip tikus, berjenggot tanpa kumis, … wedhus, berjenggot dan berkumis, … bagus. Tanpa kumis tanpa jenggot, … apa ya? –jL– # bagus (bhs jawa) = tampan.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

@Djoko Lodang @Lagarenze 1301 Berarti imajinasi kedua beliau itu sangat kuat. Khusus pak Kho Ping Hoo, saya pernah mewawancarai belio. Dan belio juga pernah ke rumah saya. Pak Hoo itu, setiap saat, begitu sudah duduk di depan mesin ketik, belio langsung bisa menulis meski sebelumnya belum membayangkan mau menulis apa.. Saya sangat mengagumi kemampuan menulisnya.. ### Saya ketemu pak Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo. Di Wisma Damai. Tawangmangu Karanganyar Solo

Baca Juga  Tangani Stunting, Istri Pj Gubernur Banten Tine Al Muktabar Demo Olahan Nugget Ikan Patin

Lagarenze 1301

Seperti istimewanya Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo, tidak pernah ke Tiongkok tapi bisa menulis cerita silat Tiongkok seabreg-abreg dengan begitu deskriptif. Ia menulis ceritanya di lereng Gunung Lawu. 🙂

djokoLodang

–o– … Saya tidak berdoa semoga ada mobil calon penumpang yang kesasar di padang pasir. Saya pasrah. Tawakal. … Patut dicontoh. Tidak mendoakan yang jelek demi kepentingan sendiri. … Saya tidak berusaha menjemput takdir. Saya murni menunggu nasib. … Tidak tepat kalau Abah merasa murni menunggu nasib. Abah sduah berusaha maksimal. –jL–

ACEP YULIUS HAMDANI

Cadar hitam (si Hitam), panggilan yang mulai mesra, entah apa yang ada dala fikiran Abah DI, terbayang duduk berdua di gerbong restorasi selama kurang lebih 5 Jam, pasti sudah disusun pertanyaan-pertanyaan jebakan khas Abah, kira-kira pertanyaan yang akan diutarakan sama abah ke si Hitam : Intro : Mulai lirik-melirik, sambil pura-pura buka HP Senyum manis mulai dilemparkan, si Hitam hanya memandang dengan mata curiga, Mulai abah lebih sering menatap si Hitam disela-sela lihat HP, Si Hitam membuang pandangan ke luar jendela, sambil berfikir, “rasa-rasanya saya kenal dengan Hot Grand fa ini, tapi dimana ya….” Akhirnya Abah berani menyapa dengan Bahasa Inggris (Karena bahasa arab sudah mulai lupa, karena keseringan ke China) 1. Hello… Si Hitam : Hanya menengok dan masih terdiam (tapi dalam hatinya ia berguman “keren juga ini Hot Grand fa”) Abah tidak menyerah, ganti dengan bahasa China 2. Ni xiang qu nali ? Si Hitam masih terdiam (ngomong apa dia ?) dalam hatinya bertanya Abah tidak menyerah, bertanya lagi dalam bahasa Arab 3. ‘ayn turid’an tadhhab ? si Hitam masih terdiam, tapi akhirnya si hitam menjawab ” Ngomong opo Mbah ?….

Ibnu Ukkasyah

Allahul Musta’an. Saya sering mendengar orang Wahabi mengucapkan ini. Ini salah satu ucapan yg baru sy dengar setelah ada orang Wahabi. Juga ada ucapan Jazakallahu Khairan. Barakallahu fiikum. Itu adalah beberapa ucapan yg sy dengar setelah ada orang Wahabi. Sy tdk pernah mendengakannya sewaktu sekolah di pesantren NU. Allahul Musta’an secara sederhana artinya Allah tempat meminta pertolongan. Tapi sy pernah mendengarkan Ustadz Nouman Ali Khan yang ahli Bahasa Arab mengatakan bahwa Al Musta’an artinya tidak sesederhana itu. Arti sebenarnya adalah manusia berdoa dan meminta pertolongan kepada Zat yang dimintai pertolongan. Setelah berusaha, misalnya mecari tiket ke Riyadh, Allah Ta’ala lah yang menyelesaikan. Membuat usaha itu 100% complete. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Sesuai dengan kekuatan kita. Secara akal mungkin tidak bisa. Manusia berpikir ini baru 50%. Tapi Allah Ta’ala lah yang menyelesaikan usaha awal kita. Menjadikan usaha kita itu berhasil. Alah ta’ala lah yang memberikan jalan ke Riyadh. Itu doa selalu kita ucapkan di dalam Salat. Wajib. 17 kali dalam shari. Wa iyyaka nasta’in.

Xiaomi A1

Kades 2 Cucu di Magetan Nikahi Janda dengan Maskawin Seluruh Hartanya. Demikian salah satu judul dari detik.com hari ini, tipikal artikel yg menarik tp tidak penting, begitu Abah mengajarkan tentang jenis2 tulisan jurnalistik. Saya klo ketemu kata “magetan”, langsung ingatnya Abah. Tapi, klo mendengar kata “dahlan iskan” memori otomatis spontan yg muncul adalah bos koran. Terimakasih Bah, untuk tidak pernah berhenti menulis..

Jokosp Sp

Salah masuk ke rekening?, untungnya pikiran ini tidak lagi di Mekah. Biar gini kartu rekening saya punya empat. Ada BNI, ada Mandiri, ada juga di bangnya rakyat Indonesia. Ehhhh ada satu lagi di BSI buat persiapan nyusul Abah lihat Ka’bah Insya Allah. Kalau isinya ini yang patut dicek ke Mbak Casier yang cantik itu, apakah benar ada isinya. Masalahnya lebih banyak out daripada in nya. Tiba-tiba lamunan digagetin Pak Kiai “ada apa Lai?”. Terpaksa ngaku karena ketahuan ke Pak Kiai. “Do’a nya begini Lai kalau rekeningmu nanti tiba-tiba keisi : Terima kasih ya Allah, ini semua atas rencanamu, bukan dari kesalahan atau kelalaian umatmu yang salah transfer”. Kalau yang transfer nanti nanya gimana Pak Kiai?. “Ohhhh itu memang manusiawinya manusia”. “Masih belum ikhlas kalau masalah duwid”. “Ayoooo Lai teman jamaah sudah pada menunggu di bus”.

Thamrin Daffan

Filosofi kelengketan Perangko dan Amplop itu tidak ada kosa kata ” Pisah “. Pisah didefenisikan dengan sakral pernikahan nan tetap dipertahankan dengan pasangan pertama sampai waktu salah seorang meninggalkan abadi. Mungkin Abah menggunakan defenisi operasional perangko amplop ketika berkelana sendirian. Catatan Beliau tetap lengket (Perangko di Amplop Surat) sesuai perjanjian akad nikah. Boleh sesekali berjauhan secara geografis namun pertautan hati lengket selengketnya ibarat perangko yang tidak mungkin di “robek robek” Salamsalaman.

Handoko Luwanto

Jurnal Prusuh Disway Edisi: Jagung Bakar (Rab,06-03-2024) #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain:meReplyOrangLain] #1.ACEP YULIUS HAMDANI (1;20) #2.Afa (5;127)★ [0:5] #3.Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺 (7;590)★★ [2:2] #4.Ahmad Zuhri (1;29) [2:0] #5.alasroban (1;33) #6.Alon Masz Eh (3;67) [2:0] #7.Amat K. (3;94)★★ [0:3] #8.Ardi Suhamto (1;12) #9.Asep Sumpena (3;174)★ [1:0] #10.bitrik sulaiman (2;17)★ [0:1] #11.Dasar Goblik (5;117) [1:4] #12.DeniK (5;82) [3:1] #13.didik sudjarwo (1;14) #14.djokoLodang (9;519)★ [1:0] #15.Eyang Sabar56 (1;10) #16.Fiona Handoko (1;102)★ [3:0] #17.Four Birds (1;11) #18.Fra Wijaya (1;17)★ #19.Gianto Kwee (1;5) #20.Gregorius Indiarto (6;209)★★ [1:4] #21.Handoko Luwanto (5;318)★ [0:1] #22.Harminto Andi (2;45)★ [0:1] #23.Jimmy Marta (6;135)★ [2:2] #24.Jo Neca (12;335)⚾️ [1:9] #25.Johannes Kitono (1;212) #26.Jokosp Sp (19;443)★★★⚾️ [2:9] #27.Juve Zhang (18;1203)★⚾️ [7:9] #28.Kang Sabarikhlas (1;152)★ [1:0] #29.Lagarenze 1301 (7;506)★★★★⚽️ [12:0] #30.Lègég Sunda (1;2) #31.Leong Putu (8;167)★ [6:0] #32.Liam Then (21;2877)✒️★ [8:3] #33.M.Zainal Arifin (9;47)⏰ [0:7] #34.Mbah Mars (9;377)★★★★ [8:3] #35.Muh Nursalim (1;107)★ #36.MULIYANTO KRISTA (10;51)⚾️ [0:9] #37.Nimas Mumtazah (3;97)★ [4:0] #38.Parikesit (11;391)★★★★ [6:2] #39.Pedro Patran (1;1) #40.Ponsel Pro (1;29) #41.rid kc (1;24) #42.Rihlatul Ulfa (2;308)★★ #43.Rizal Falih (2;76)★ [2:0] #44.Shaziqzuyfoundation (2;16) [0:1] #45.Sumartan (1;10) [0:1] #46.thamrindahlan (1;16)★ [1:0] #47.tiviboxsaya android (6;137)★ [1:4] #48.Udin Salemo (7;224)★ [3:5] #49.Ummi Hilal (3;5) #50.Warung Faiz (4;91) [5:1] #51.Wilwa (11;607)★★★★★⭐️ [4:1] #52.Xiaomi A1 (1;56)★ #53.yea aina (2;143) [0:1] #54.yoming AFuadi (1;31) #55.yulian yulian (2;28)★ Total: 250 Komentar dengan 49★ dari 30 Orang ✏️: Rookie per 30Sep2023 ✒️: Komentar Terbanyak ★: Komentar Pilihan ⭐️: Komentar Pilihan Terbanyak ⚽️: Terbanyak Direply ⚾️: Terbanyak Mereply ⏰: Pertamax

Juve Zhang

Pak Bos sedang bahagia di Saudi sana sudah jumpa alamat Rumah si 7 iiii dan dengan Kacamata Hitam photo kemaren layaknya Anak Muda usia 40 an….sesuai usia Hati yg baru 40 an…..wkwkkwkw…makanya Pak Bos kemarin memberikan Bintang Kehormatan 4 Bintang ke Beberapa Perusuh….bahkan @Wilwa Dapat Bintang 5 ….wkwkwk ….Bintang Kehormatan tentu membanggakan bagi penerima nya…..yang penting Tujuan sudah Tercapai….sesuai Rencana pak Bos….wkwkwkk sehat selalu pak Bos….petualangan Anak Muda Usia 40 an memang asyiik dibaca….

Echa Yeni

MaMa kelewatann Skarang MaNam Sbentar lagi 57

Beny Arifin

Saya lihat di Youtube orang party (atau dugem) pakai headset bluetooth, wireless. Music berdentam hanya didalam telinga tapi di ruangan tetap senyap. Hanya terlihat orang berjoget joget dan lampu gemerlapan. Pak DI bisa meniru untuk senam tanpa takut diusir satpam arab.

Fra Wijaya

Semakin dikritik semakin ngeyel, komentar pilihane tambah akeh…hehehe,mungkin itu ciri-ciri orang pinter,jadi ingat sama sang profesor yg sering mesoh-mesoh itu,yoweslah wong kari moco ae crewet…

Handoko Luwanto

09:47:36am WIB 76Komen=41utama+35REPLY dari 29Prusuh ♢Urutan↕Komen➜Nama Time ∇76. u➜Dasar Goblik 1m “Tes mic..ok gas…” ∇74↓u➜Juve Zhang 10m “Sarapan Pagi di Rumah dinas PM L…” ∇72↓u➜Jo Neca 26m “Ganti saya yang garuk kepala.Mau…” ∇69↓u➜Ⓕⓡⓐ Ⓦⓘⓙⓐⓨⓐ 36m “Semakin dikritik semakin ngeyel,…” T̷o̷n̷g̷k̷a̷t̷ P̷e̷r̷k̷a̷s̷a̷ K̷a̷m̷a̷S̷u̷t̷r̷a̷♋

Parikesit

== Gerontologi == Abah bermain personifikasi dalam deskripsi. Kita tidak heran lagi. Ilmu mantiq yg Abah pelajari ikut berperan “menyungkurkan” ke pipi harum ilmu Balaghah lalu membelai mengurai helai rambut Dyah Ayu Ma’ani (علم المعاني). Tetapi, Manakala berbicara dengan benda mati, Membiarkan orang lain tahu bahwa kita berbicara dengan benda mati, Menceritakan kepada orang lain bahwa benda mati membalas ucapan kita, Bahkan ucapan yang belum terucap. Masih di sanubari. Penulis kitab fikih sering mengistilahkan الحاضر في الذهن (yg hadir dan masih tersimpan di hati). You Know : Menghidupkan Riyadh. Memasangkan telinga Riyadh. Agar dapat mendengar kita. Memberikan mulut pada Ryadh. Agar dapat membalas salam kita. Atau : Berbicara dengan LUKISAN, bantal guling bahkan foto mantan. Itu pun kalau masih tersimpan. Ehh yang terakhir cuma candaan. Apakah itu sebuah kegilaan? Apakah gangguan kejiwaan? Apakah karena faktor kelelahan? Dalam perjalanan yang menguras emosi dan perasaan? Jawabnya : BUKAN. Wahai Kawan. GERONTOLOGI memberi banyak pelajaran. Paparan, Uraian dan Penjelasan. Psiko Gerontologi kalau boleh ditambahkan. Yang jelas itu adalah HIBURAN. Bagi kita, pembaca yang dulu suka baca KORAN. Hiburan dalam tulisan. Sekedar intermezo dan selingan. Agar kita jangan mudah baperan. Apalagi tertekan. Hehehe…

Baca Juga  Rangkul dan Dengar Aspirasi, Ganjar Imbau Para Relawan Turun ke Masyarakat

Lagarenze 1301

Sebelum saya dan keluarga terbang ke Jeddah untuk beribadah di Makkah dan Madinah beberapa waktu lalu, saat masih di tanah air sudah diingatkan untuk download dan aktifkan aplikasi Uber. Untuk jaga-jaga kalau tersesat saat bepergian. Meskipun pada akhirnya saya tidak sempat menggunakan Uber selama di Arab Saudi, tapi saya lihat banyak orang lain yang menggunakannya. Kata pemandu dari travel yang memberangkatkan kami, selain Uber, yang juga banyak digunakan adalah Careem. Menariknya, banyak perempuan di antara pengemudi Uber. Saya tidak punya datanya, tapi saya kutip kata pemandu: sekitar 35 persen. Wah, banyak sekali. Mungkin ini untuk mengatasi masalah keengganan sebagian perempuan Arab Saudi untuk naik mobil yang disopiri oleh laki-laki lain. Dan, tentu saja, sebaliknya. Driver perempuan juga enggan membawa penumpang laki-laki. Lalu, bagaimana caranya agar klop driver perempuan dan penumpang perempuan? Kabarnya, di aplikasi driver, ada fitur khusus untuk memilih penumpang. Namanya, Woman Preferred View. Driver perempuan bisa menolak penumpang laki-laki. Siapa tahu Pak Dis sempat download Uber lalu naik taksi online selama di Riyadh atau Makkah. Pasti akan seru ceritanya, apalagi kalau dapat driver perempuan yang tidak menolak penumpang laki-laki. Siapa tahu lagi driver itu tidak pakai cadar sehingga bisa terlihat jika 5 “i”.

Bangun Bisaptohadi

belum dapet tiket mudik kereta, akan dicoba cara Abah kalau begitu

Fiona Handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp jokosp, bp amat, bp jo dan teman2 rusuhwan. luar biasa kebesaran hati sebuah amplop. eh, seorang istri, seorang ibu nafsiah. bisa membebaskan perangko. eh suaminya, anak2nya untuk melanglang buana. bepergian, belajar ke mana saja. walaupun tempat itu tidak dikenalnya. mungkin bu nafsiah hanya tidak mengijinkan abah jalan2 ke gorong gorong. sehingga sampai hari ini. ada satu cita2 abah yg belum tercapai. teman2 rusuhwan rusuhwaty, mba dhiepa tahukah. apa cita2 abah itu?

Mbah Mars

Dugaan saya Abah bilang “Mafi musykilah. No problem”

Afa

Ongkos naik taxi Buraydah ke Riyadh: 800 sampai 900 riyal. Abah berhasil naik kereta. Harga tiket 105 riyal. Cuan 700 riyal. Sekitar 3 jutaan Rp. Pelajaran hari ini: Hemat pangkal kaya. Senada dengan peribahasa: A penny saved is a penny earned. Terjemahannya: 省钱就是赚钱 Shěng qián jiù shì zhuàn qián. ( 省钱 shěng qián = hemat ). ( 赚钱 zhuàn qián = menghasilkan uang ).

Parikesit

Abah sering menjawab “Mauu”. Saya penasaran, coba menerka : Mungkin Abah mengatakan : “Yes, I want”. Ataukah : ” نعم انا اريد (Na’am. Ana ureedu)”. Tapi dalam percakapan sehari-hari/ daily conversation / المحادثة اليومية (al muhadatsah al yaoumiyah). Native speaker Arab sering menggunakan kata: ايواه (eiwah) dibanding نعم. Lebih sering menggunakan : اتا اود (ana awaddu) dibanding انا اريد (ana ureedu). Entahlah. Biarkan Abah menyimpan salah misteri kehidupan ini. Hahaha…

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Suatu hari di kebun. Ada si jagung, jambu monyet, dan kuda. Jagung: “Dasar norak lu, jambu monyet.” Jambu Monyet: “Idiih, norak kata dia. Emang napa?” Jagung: “Lihat tuh, punya biji satu aja dikeluarin dan dipamerin. Dasar norak.” Jambu Monyet: “Biarin, daripada kamu, pakai baju banyak lapis tapi bulu ke mana-mana.” Kuda: “Iya, bener tuh, si jagung ini emang munaroh.” Jagung: “Kamu juga, kuda. Katanya jantan, tapi beraninya cuma nutupin kaki pakai sepatu. Itunya kamu malah goyang-goyang nggak ditutupin.” Kuda mengikik lalu berjalan sambil bernyanyi dalam bahasa Inggris: Jagung tinggi pergi muda-pergi muda…. Jagung tinggi pergi muda-pergi muda….

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

IKUTAN ABAH: >>KOTA KOK BISA BICARA..<< RIADHI: “Sebenarnya kita dekat..” MEDINA: “Iya. Apalagi kalau nanti sudah ada Whoosh”. “Kamu ingat gak, udah berapa lama kita jadian..”. “Lho, kita belum jadian. Ah kamu mau ngakali aku..”. “Benarkah..? Berarti aku mimpi mungkin ya..” “Iya. Itu berarti kamu pingin sekali..”. “Lha kamu juga pingin atau enggak..” “Aku juga pingin banget..”. “Kalau begitu, kita jadian aja hari ini..”. “Caranya bagaimana..?”. “Aku juga belum tahu. Semoga nanti ada perusuh yang memberi tahu..” ### Ssst. Jangan beritahu mereka..!! (Biar tahu rasanya dicuekin)..

Handoko Luwanto

Selamat bergabung (kembali) kak ilham bintang menjadi anggota DPD (Detasemen Prusuh Disway) 🙂 Websitenya tidak bisa dibuka ya ?

Udin Salemo

harga goto sempat di 63. sekarang sudah 70. lumayan bagi bandar dua hari cuan 11%. tapi bagi yang terlanjur beli di harga 86 harus bersabar. menahan debaran jantungnya masih akan lama, wkwkwk.

Jimmy Marta

Modal ekspressi. Ini jenis modal terbaru jk anda mau jadi petualang. Selama ini petualang sejati itu hanya bekal bahasa, pengalaman dan bekal itu yg anda sudah tahu. Jadinya penasaran bgmn pak bos memainkan ekpresinya. Garuk2 kepala spt yatim piatu. Sampai petugas loket merasa kasihan. Ditawarkan tiket cadangan…hehe. Berkat ekspresi, si yatim piatu dapat tiket. Walau cadangan itu sudah sangat menggembirakan. Lha iya, yatim piatu…kursi serep pun pasti mau…

yea aina

Pun “logika salah” berulang-ulang, tapi bisa lolos sampai ke Riyadh. Berekspresi “yatim piatu” hingga patut dikasihani. Akhirnya dapat juga tawaran ticket cadangan. Rejeki tidak lari kemana-mana, berpikir pakai logika kalau tanpa perasaan iba petugas ticket, belum tentu kebagian ticket cadangan. Mirip dengan logika pada umumnya, dengan bekerja pasti dapat penghasilan. Tapi kalau belum rejekinya, bisa-bisa sudah kerja tapi tak menghasilkan uang. Ada contohnya, sudah “kerja kerja kerja” tapi hutangnya makin membesar.Tanpa perasaan kuatir, bagaimana cara melunasinya.

Juve Zhang

Di pertemuan KTT Asean di Australia…..maka Bos negara “kaya” ngobrol sama Bos negara miskin Kamboja…..Kamboja kategori miskin dan penduduk dikit 17 juta….ngobrol lah Sang Bos Kaya dan ujung ujung nya malah mau beli BERAS dari Kamboja……Mak Jleb!!!!! Sudah negara Miskin Masih Di “kompas” berasnya…..gimana gak kasihan kah anda pada rakyat Kamboja yg sering kena kemarau panjang…..masih tega kah penduduk miskin diambil Berasnya dari Mulut nya?????….kalau lah Thailand dan Vietnam memang sudah masuk makmur berlebihan berasnya…..ini yg miskin pun di “kompas”….oh Bos ….Bos…..Anda sudah gagal ……wkwkwkkw.

Mbah Mars

Baru kerja seminggu sebagai sopir di Riyadh, Bolkin dipecat. Dia WA nan dengan istrinya. Bolkin: “Saya nganggur, Dek.” Menuk: “Ada apa, Mas ?” Bolkin:” Dipecat” Menuk: “Innaa lillahh…Apa sebabnya ?” Bolkin: “Kemarin lusa, saya nyopiri Bos. Tiba-tiba di depan mobil ada batu. Bos teriak “hajar hajar hajar”. Ya aku tabrak. Akibatnya mobil terguling. Bos masuk rumah sakit. Apa salhku, jal ?” Menuk: “Oooo alahhh…Mas, Mas. Jare sudah pinter Bahasa Arab. Jebulnya…”

Mbah Mars

Abah, kapan akan mulai umrahnya ? Kalau tidak salah ambil Miqatnya lebih baik di As-Sail yang dulu dikenal dengan nama Qarnul Manazil. Kota As-Sail berjarak 94 km di sebelah timur Mekah. As-Sail menjadi miqat makani jamaah umrah yang datang dari arah Najed, negara-negara Teluk dan mereka yang lewat jalan Mekah-Thaif. As-Sail ini dalam sejarah dicatat sebagai tempat Rasulullah merasa sedih karena diusir dan diperlakukan kasar oleh orang-orang Thaif. Sebelum berhijrah ke Madinah, Rasulullah memang ingin berhijrah di Thaif. Sayang mereka berlaku kasar dengar melempari batu Rasulullah. Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan sampai-sampai para malaikat menawarkan diri untuk membalaskan perlakuan buruk orang-orang Thaif tersebut. Namun, Rasulullah tidak menerima tawaran tersebut. Rasulullah justru mendoakan agar Allah menjadikan anak keturunan orang-orang Thaif menyembahNya. Tidak mempersekutukanNya”.

Leong Putu

“Ia tersenyum –mungkin lihat kacamata hitam saya yang baru yang lupa saya copot”. Wkwkwkwk…dia pamer kacamata. Baru? Baru beli? Hmmmm….mengingat track record si 4T, saya ragu kalau itu kacamata baru, apalagi baru beli. Saya malah kepikiran si sopir mobil sedan Hyundai, jangan-jangan kacamata hitam itu dipalak Ciu Pek Tong darinya. Atau paling tidak, dia terkena jurus pamungkas Ajian Melas Yatim Piatu. Sungguh kasihan nasibnya, jika benar begitu. Dapat 100 real namun dia harus kehilangan kacamata seharga 20 real. Sakno. ….. Ada gajah dipelupuk mata / Selumbar di sebrang laut pun tak nampak/ Pak Bos lagi pamer kacamata/ Sopir Hyunday mungkin kena palak/ … 365_mantun gajah.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *